Tetapi bagi mereka yang merindukan terhadap peningkatan iman dan taqwa, meningkatnya kualitas shaleh secara ritual dan sosial, Iedul Fitri yang memiliki makna hakiki yang dinantikan serta akan diamalkan untuk sepanjang masa. Sepanjang ramadhan mereka berkonstrasi bagaimana agar ibadahnya makbul dan selepasnya ramadhan ada yang melekat keshalehan ritual berupa ketaatan beribadah seperti shalatnya, kiyamul lailnya bahkan berzakatnya. Mereka akan merasa puas jika sudah mampu sadar bernegara, sadar beragama, membatu orang yang butuhkan, menghargai antar sesama sebagai wujud nyata dari karakteristik diri shaleh secara sosial.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Selepasnya Ramadhan, apakah kita bisa berlebaran atau bisa beriedul fitri meraih fitrah atau mungkin kedua-duanya. Hal ini tentu menjadi bahan renungan sekaligus pengukur kepekaan kita terhadap eksistensi diri.
Dalam hal ini Alloh SWT menegaskan agar kita mengedepankan yang sifatnya fitrah, seperti dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 30 yang artinya, ”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Alloh, tetaplah atas fitrah Alloh yang telah menciptakan fitrah manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Alloh. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
Namun dalam hal ini kita jualah yang menentukan dengan akibat dari apa saja yang diputuskannya, berikut pesan Alloh SWT untuk direnungi, ”Siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan baginya di dunia, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya satu bagian pun di akhirat (Asy-Syu’ara:42).
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











