Dari ayat diatas bisa dimaknai, bila kita dipenghujung Ramadhan ini dimotivasi untuk menggapai nilai Iedul Fitri yang sebenarnya, maka kegembiraan lebaran pun juga akan didapatkan. Namun bila lebaran adalah tujuan satu-satunya dari puasa hingga disibukan untuk mempersiapkannya, bisa dipastikan akan mendapatkan kemeriahan dan kemegahan lebaran saja tetapi dikhawatirkan kita tidak mendapatkan sedikitpun kesucian Iedul Fitri yang diraih.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Maka Iedul Fitri jadikan sebuah momentum untuk hati merayakan kembali kesuciannya, yaitu fitrah manusia yang harus terus dijaganya. Dengan demikian tidak akan mengurangi makna lebaran karena pada Iedul Fitri terdapat keshalehan sosial untuk bisa berbagi dan saling membahagiakan antar sesama terlebih lebih kepada keluarga dan kerabat dengan cara memberikan apa yang dibutuhkan.
Dengan Iedul Fitri yaitu hari kemenangan penuh kesucian, kita diajarkan bahwa agama berperan dalam mengarahkan menusia mengembalikan kesuciannya, bukan mengagungkan kenikmatan duniawi yang serba meriah, mewah dan megah namun akhirnya palsu dan menipu.
Editor: Red
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











