PEMALANG – Dokter Noor Faizah Maenofie, yang merupakan istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dikabarkan dijemput tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 01.40 WIB. Penjemputan tersebut diduga berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sebelumnya, KPK melakukan penyegelan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang pada Selasa (28/7/2026) malam. Selain ruang dinas, penyidik juga menyegel dua rumah yang disebut milik seorang kontraktor berinisial O, yang dikabarkan memiliki hubungan kekerabatan dengan Bupati Pemalang.
Dua rumah yang disegel berada di Perumahan Mutiara Residence, masing-masing di Blok B dan Blok C. Penyegelan tersebut diduga merupakan bagian dari rangkaian penyidikan perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK.
Salah seorang warga sekitar, Ardi, mengaku mengetahui adanya penyegelan setelah melihat sejumlah kendaraan yang diduga milik petugas KPK berada di sekitar lokasi.
“Tadi awalnya ibu-ibu pada tanya, kok ada mobil di perempatan ramai, terus setelah saya cek ternyata ada penyegelan itu,” ujar Ardi.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pemilik rumah di Blok C karena rumah tersebut dikontrakkan dan penghuninya jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
“Kalau rumah yang di Blok C ini kita enggak tahu punya siapa, karena ini kontrak dan enggak pernah bergaul sama warga. Katanya orang media,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan keterangan resmi terkait kabar penjemputan Dokter Noor Faizah Maenofie maupun perkembangan penyidikan kasus tersebut.
Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Pemalang Anom Widiyantoro maupun pihak keluarga mengenai informasi penjemputan tersebut.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











