Lebih jauh Kasman menjelaskan, proses pembangunan masih dalam tahap persiapan perencanaan, Amdalnya sendiri secara kajian lingkungan dianggap layak untuk dilanjutkan.“ Kita sedang membuat rencana detail desainnya, April mendatang diharapkan sudah rampung,” tuturnya.
Dalam waktu dekat Kemenhub RI akan melakukan rapat bersama Kementerian Perencanan pembangunan Nasional/ Bappenas, Menko Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan pihak Pemerintah Jepang. Proses Loan Agrement nya juga tengah disiapkan, sebelum penandatanganan MoUnya sendiri berlangsung.
Luas pembangunan pelabuhan sendiri, kata Kasman dibutuhkan sekitar 340 Ha yang akan dibangun dengan system reklamasi yang terhubung dengan jembatan penghubung (Conecting break), sementara area pendukung atau back up area yang didarat dibutuhkan sekitar 360 Ha.
Terkait pembebasan lahan, ada tahapan tertentu yang harus dipersiapkan sejak mulai pendataan, verifikasi kepemilikan hingga pembentukan Tim Aprasial sebagai lembaga independen yang akan menentukan harga yang layak dalam proses pembebasan lahan, pungkasnya.
Sementara Camat Pusakanagara Dra. ElaNurlela, M.Si., memaparkan, Kemenhub RI bersama Dishub Prov. Jawa Barat yang didampingi Pemcam Pusakanagara telah mengadakan kegiatan tahap kedua yaitu pemberitahuan terhadap Pemdes dan pemilik lahan yang nantinya terkena dampak pelebaran jalan dan area pendukung pelabuhan. “saatsosialisasi itu jumlah warga yang hadir tidak kurang dari 260 orang berasal dari desa-desa terkena dampak dintaranya Desa Pusakaratu, Pusakajaya, Gempol, Kalentambo, Kotasari dan Patimban,” ujarnya.















