Masih menurut Ela, jika pembebasan lahannya senidiri belum, masih sedang diinvetarisir kepemilikannya dan nanti adalagi Timnya.
Seperti diketahui, pelabuhan Patimban dirancang supaya terintegrasi dengan pelabuhan utama Tanjungpriok dalam rangka meningkatkan efisiensi distribusi logistic di Indonesia.Tak hanya itu pelabuhan Patimban ini didesain untuk melayani peti kemas maksimum 7.500.000 TEU dan 600.000 CBU.
Adapun tahapan pembangunan sendiri untuk jangka pendek dimulai padaTahap -I Fase 1 tahun 2017-2019; Tahap – I Fase 2 tahun 2020-2021; Jangka Menegah Tahap-II tahun 2022-2026; Jangka Panjang Tahap-III tahun 2027-2036. Total pembiayaan direncanakan akan menelan Rp.44,93 trilyun dimana sebagian biayanya bersumber dari pemerintah Jepang. (@BH)















