Ia menyontohkan ketika awal pandemi Covid-19, pihaknya bahkan sempat mendorong anggaran bantuan operasional pendidikan bagi Pesantren dan Madrasah Diniyah hingga Rp5,8 triliun.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Meski demikian, sebut Kang Ace, masih terjadi adanya ketimpangan anggaran pendidikan bagi lembaga pendidikan di bawah Kemendikbud Ristek dan Kemenag. Ia mencontohkan anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi sekolah di bawah Kemenag hanya berkisar sekitar Rp1,4 triliun, masih jauh dibanding anggaran PIP bagi sekolah di bawah Kemendikbud Ristek yang mencapai Rp13,4 triliun.
“Saya keliling mendengarkan keluhan di madrasah-madrasah. Misalnya dari 25 rombongan belajar (rombel), hanya 3 orang yang dapat PIP. Alokasi anggaran di bawah Kementerian Agama masih sangat terbatas,” katanya.
Kang Ace meyakinkan bahwa sebagai alumni madrasah, ia akan akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru-guru madsarah tersebut sampai kapanpun.
“Selaku anggota DPR RI yang menjadi corong aspirasi bapak ibu dan menyuarakan apa yang menjadi harapan semuanya, maka berjuang untuk kesejahteraan bapak dan ibu serta bagi kemajuan pendidikan Islam adalah hal yang harus terus dilakukan,” sambung Kang Ace.
(Red)
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











