Menghadapi fenomena diatas tentunya kita yang mayoritas agama Islam ada konsep “Tabayun” yang artinya cek and ricek terhadap informasi sehingga kita tidak mudah dihasut dan diadu domba dengan ghibah dan fitnah yang muncul dimedia sosial.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Acara dihadiri Kapolda Jawa Barat beserta jajaran, Kapolres Subang beserta jajaran, Jajaran Forkopimda Kabupaten Subang, Sekwan DPRD Kabupaten Subang, Asda I, II, III, para Kepala OPD se-Kab. Subang, para Kapolsek, para Camat se-Kab.Subang, para pimpinan BUMN/BUMD, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita dan pengusaha.
Dalam sambutannya Kapolda Jabar menyampaikan kita harus sikapi dengan bijak kemajuan teknologi informasi jika baik maka lanjutkan jika berdampak tidak baik maka jangan dilanjutkan.
“Prihatin dengan berita-berita sosial di Jabar, jangan disuguhi berita-berita tidak benar dalam proses demokrasi karena proses pilkada sudah berjalan 1 bulan dan puncaknya tanggal 27 Juni 2018,” ungkap Kapolda Jabar.
Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto berharap pasca pungut suara agar masyarakat guyub lagi kompak lagi membangun dan bekerja membangun Subang.
“Yang tidak boleh itu ada politik uang dan intimidasi, jangan mau kita dikasih uang karena tidak ada nilainya jika dibandingkn 5 tahun,” ucapnya.
Kapolda Jawa Barat mengintruksikan kepada seluruh Polri di Jawa Barat untuk netral dalam pilkada kedepan. Silahkan bersaing dan sampaikan visi misi dengan baik karena nanti masyarakat yang akan memilih.
“Terakhir yang harus kita perangi tingkat narkoba masih tinggi jadi mari kita stop dan kita perangi. Saya tidak segan-segan memecat anggota jika terlibat demi menyelamatkan bangsa. Jika kita serentak Insyaallah masyarakat Subang terbebas dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











