HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahKab. Pemalang

Kemarau Panjang Paksa Warga Pulosari Rogoh Kocek Ratusan Ribu Demi Air Bersih

50
×

Kemarau Panjang Paksa Warga Pulosari Rogoh Kocek Ratusan Ribu Demi Air Bersih

Sebarkan artikel ini
1001337046
Sejumlah warga sedang antri mengisi air bersih dari tangki air BPBD Pemalang ( Foto: Ragil )

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin, menuturkan bahwa tidak semua desa yang berada di 7 Kecamatan tersebut mengalami Kekeringan,

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Tidak semua desa di 7 kecamatan terdampak kekeringan, ada 30 desa yang terdampak dengan total warga 93 ribu, BPBD berkolaborasi dengan PMI, BAZNAS dan PDAM dalam rangka menghadapi kekeringan telah melakukan droping air ke sejumlah titik droping dengan kapasitas rata-rata sebanyak 100.000 liter air setiap hari belum ditambah dengan para relawan yang ikut melakukan droping air,” ungkap Agus.

Dirinya menambahkan, bahwa daerah paling parah terdampak kekeringan ada di dua kecamatan yaitu kecamatan Belik dan Pulosari,

“Untuk desa terdampak paling parah di kecamatan Belik yakni desa Belik dan Gombong, sementara di kecamatan Pulosari dampak kekeringan paling parah di desa Clekatakan, Penakir, Gambaran, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Cikendung dan desa Siremeng,” tambah Agus,

Lebih lanjut Kepala pelaksana BPBD kabupaten Pemalang,memprediksi kondisi kekeringan pada musim kemarau tahun ini diperkirakan hingga bulan Oktober 2026 ,

“Kita secara resmi mulai gelar operasi darurat hidrometeorologi kekeringan tanggal 1 juli 2026 dan prediksi sesuai dengan BMKG sampai dengan bulan oktober dengan puncak kekeringan dibulan agustus dan september,” terang Agus

Menyikapi situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Pemalang mengambil langkah cepat dan taktis. Setiap harinya, ribuan hingga nyaris seratus ribu liter air bersih digelontorkan ke daerah-daerah terdampak.
Menggunakan armada truk tangki, petugas BPBD bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perumda Air Minum (PDAM) menyusuri jalanan terjal di wilayah selatan Pemalang demi memastikan pasokan air sampai ke tangan warga.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *