Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin, menuturkan bahwa tidak semua desa yang berada di 7 Kecamatan tersebut mengalami Kekeringan,
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Tidak semua desa di 7 kecamatan terdampak kekeringan, ada 30 desa yang terdampak dengan total warga 93 ribu, BPBD berkolaborasi dengan PMI, BAZNAS dan PDAM dalam rangka menghadapi kekeringan telah melakukan droping air ke sejumlah titik droping dengan kapasitas rata-rata sebanyak 100.000 liter air setiap hari belum ditambah dengan para relawan yang ikut melakukan droping air,” ungkap Agus.
Dirinya menambahkan, bahwa daerah paling parah terdampak kekeringan ada di dua kecamatan yaitu kecamatan Belik dan Pulosari,
“Untuk desa terdampak paling parah di kecamatan Belik yakni desa Belik dan Gombong, sementara di kecamatan Pulosari dampak kekeringan paling parah di desa Clekatakan, Penakir, Gambaran, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Cikendung dan desa Siremeng,” tambah Agus,
Lebih lanjut Kepala pelaksana BPBD kabupaten Pemalang,memprediksi kondisi kekeringan pada musim kemarau tahun ini diperkirakan hingga bulan Oktober 2026 ,
“Kita secara resmi mulai gelar operasi darurat hidrometeorologi kekeringan tanggal 1 juli 2026 dan prediksi sesuai dengan BMKG sampai dengan bulan oktober dengan puncak kekeringan dibulan agustus dan september,” terang Agus
Menyikapi situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Pemalang mengambil langkah cepat dan taktis. Setiap harinya, ribuan hingga nyaris seratus ribu liter air bersih digelontorkan ke daerah-daerah terdampak.
Menggunakan armada truk tangki, petugas BPBD bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perumda Air Minum (PDAM) menyusuri jalanan terjal di wilayah selatan Pemalang demi memastikan pasokan air sampai ke tangan warga.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











