“Kemudian untuk dilokasi setasion yang besar dan kecil disebelum dan sesudahnya itu satu banding tiga. Jadi itu beberapa poin yang kita sepakati dengan BJPS yang nanti akan segera dilaksanakan untuk penaganan oleh teman-teman dilapangan,” terangnya.
Haris menuturkan, adapun untuk waktunya secepatnya akan langsung intruksi pihak rekanan yang akan mengerjakan pekerjaan longsoran yakni PT Benteng Bangun Sejahtera (BBS) selaku pemenang tender pengerjaan penaganan longsoran diruas jalan nasional wilayah PPK.2.5 jabar.
“Karena ini lahannya masuk kawasan hutan wilayah lahan BBKSDA Jabar, maka kami terus berkoordinasi dengan pihak BBKSDA untuk segera mengeluarkan ijin untuk pengerusaan tebing Ciuja,” terangnya.
Sementara itu Balai Besar Konservasi Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat melalui Kepala Resort Gunung Simpang, Meri Juanda mengatakan, pihak BBKSDA Jawa Barat sudah mendapat laporan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI-JAKARTA-JABAR untuk meminta ijin lenkering pemangkasan lahan tebing wilayah hutan Ciuja yang sebagian badan jalan nasional nyaris putus.
“Kalau secara lisan via telpon dengan Kepala Balai BBPJN DKI-JAKARTA-JABAR sudah tinggal kami menunggu surat resmi permohonan secara Kedinasan dari Kementerian PUPR melalui pihak BBPJN DKI Jakarta- Jabar untuk penangan longsoran yang akan dilakukan di lapangan,” ujarnya, Rabu (24/11/2021).
SelanjutnyaMeri menjelaskan, terkait pembangunan pelebaran jalan nasional Naringgul-Cidaun yang sepanjang 4 kilometer masuk wilayah hutan BBKSDA Jabar Resor Gunung Simpang tentunya sangat mendukung sekali.















