Banyuwangi – Kondisi monumen sejarah Prabu Tawang Alun Keraton Macan Putih yang dibangun sejak 2007 lalu, kini kondisinya memprihatinkan tak terawat.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pantauan awak media saat menelusuri bangunan monumen tepatnya berada di sebelah selatan kantor desa Macan Putih, kecamatan Kabat terlihat tidak ada perawatan sama sekali semenjak monumen tersebut dibangun. Bahkan sejumlah tempat untuk display hasil temuan juga terlihat kumuh dan terkesan dibiarkan begitu saja.
Hal ini bisa disimpulkan kurangnya rasa kepedulian akan pelestarian sejarah, budaya leluhur sebagai bentuk nguri – nguri sejarah adanya peradaban kerajaan dimasa lalu yang ada di bumi Blambangan.
Beberapa tokoh budayawan dan pemerhati sejarah, budaya, adat lokal yang ada di kabupaten Banyuwangi juga mengaku prihatin akan hal tersebut.
“Semestinya adanya monumen merupakan suatu kebanggan akan sejarah masa lalu. Selain menjadi edukasi bagi regenerasi kita, setidaknya pelestarian sejarah nenek moyang warisan leluhur harus dilestarikan dan bukan hanya terbatas pada ucapan,” ungkap beberapa pemerhati terkait bangunan monumen yang hingga saat ini sangat membutuhkan perawatan.
Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata & Kebudayaan Banyuwangi saat dikonfirmasi metromedianews.co belum memberikan jawaban, saat ditemui dikantornya tidak berada ditempat.
(Tyo)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











