“Hal ini dilakukan dengan pilihan kategorisasi dengan menonjolkan sisi positif kandidat dan menghilangkan sisi negatif calon, untuk membangun opini citra yang positif di mata khalayak pemilih,” katanya.
“Kadang orang Indonesia hanya terfokus ke hasil lembaga survei tapi tak melihat kualitas pemimpin itu sendiri. Namun, Indonesia butuh pemimpin muda yang kuat dan enerjik, saya coba menggambarkan capres mileneal yakji usia 35-50 tahun. Dan ada banyak pemimpin di usia ini, ada Anies Baswedan sampai Agus Harimukti Yudhoyono,” terangnya.
“Selain itu juga menyoroti kandidat yang layak menjadi pemimpin muda milenial Indonesia yang mempunyai visi masa depan, tahu aturan, tidak tergiur dengan rayuan uang, punya kemampuan untuk berkolaborasi, dedikasi, loyalitas, dan komitmen untuk membangun masa depan Indonesia,” tutup Jerry.
(Red)















