“Dan yang keempat adalah pengembangan sistem informasi dan administrasi kependudukan yang menyangkut penyediaan data mikro keluarga sebagai bagian dari mekanismeoperasional di lapangan,” terang Abu Bakar dalam sambutannya.
Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan guna mewujudkan prioritas pembangunan di Kab. Bandung Barat, yaitu pembangunan manusia yang berdampak langsung pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan ditingkat internasional.
Pendekatan pembangunan yang bertumpu pada pembangunan manusia sebagaimana terairat pada Visi Bandung Barat CERMAT dimulai dari keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bandung Barat, Hj. Elin S. Abubakar juga turut memaparkan bahwa Program Kampung KB ini bukan sebagai miniatur dari program dinas terkait semata, melainkan mengandung essensi yang jauh lebih bermakna guna mengentaskan kemiskinan.
“Pengentasan kemiskinan yang dimaksud bukan hanya kemiskinan secara materi saja, tetapi juga kemiskinan non materi, sehingga terwujud keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” tuturnya.
Menurut Elin, untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Daerah semata, melainkan harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kab. Bandung Barat, Asep Wahyu mengatakan bahwa Program Kampung KB ini merupakan solusi dalam memecahkan berbagai permasalahan serta hambatan pengendalian penduduk secara kuantitas di Kab. Bandung Barat.















