Kang Ace yang memberikan pemaparan materi tentang ‘Urgensi Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak’, itu menggaris bawahi pentingnya kesadaran berbagai stakeholder mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah supaya dapat mencegah kasus pernikahan dini itu. Salah satu solusinya adalah melalui pendidikan keluarga.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Persiapan dalam membangun keluarga yang baik itu perlu perencanaan, karena menyangkut generasi yang akan datang,” sebutnya.
Kang Ace menjelaskan, masa 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak di masa berikutnya hingga dewasa.
Hadir dalam acara itu antara lain Asdep Perumusan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen KPPPA, Muhammad Ihsan, Ketua Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Bandung Barat, Tati Sumiati dan Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Bandung Barat, Nunung Purwasih serta
Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bandung Barat, Eka Maryati.
Dihadapan ratusan peserta dari anggota Pengajian Al-Hidayah, HWK dan KPPG Kab. Bandung Barat, Kang Ace, menegaskan, ada beberapa dampak yang didapat anak-anak yang menikah di usia dini salah satunya keluarga mengalami stigma buruk terlebih jika pernikahan itu akibat pergaulan yang tidak diharapkan.
“Mereka yang menikah di usia dini juga terancam sekolah putus, ini kemudian berdampak pada masa depan anak tersebut. Termasuk berdampak pada anak-anak yang dilahirkannya kelak,” katanya.
Kang Ace dengan sangat menarik kemudian memberikan berbagai gambaran terkait pendidikan keluarga dalam perspektif Islam sejak dalam kandungan, yang dibutuhkan bagi pembangunan generasi bangsa. Dimana hal itu akan sulit diperoleh bila pernikahan usia dini tak bisa dicegah.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











