
Selain itu, Mantan Kepala Pusdatin Kemendagri ini, juga mengatakan penutupan MTQ ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, yang menjadi momen penting untuk mengingat kembali peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Hari Santri adalah momentum untuk merefleksikan peran strategis santri dalam pembangunan bangsa, bukan hanya di bidang agama, tetapi juga di berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial,” tandas Dr. Nurdin.
Di ketahui, peserta MTQ ke-23 ini, diikuti oleh 745 kafilah dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang, dengan bidang-bidang yang dimusabaqohkan yaitu cabang tilawah; cabang hifzhil Qur’an; cabang khottil Qur’an; cabang fahmil Qur’an; cabang syarhil Qur’an; cabang qiro’atul kutub; cabang hifdzil hadits (hafalan hadits); dan cabang tafsir Al-Qur’an.(red/Dedy)















