Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Doni Maryadi Oekon mengatakan, program gas bumi untuk rumah tangga, merupakan konversi dari bahan bakar minyak ke gas, yang terjangkau oleh masyarakat.
“Kami mendukung program-program kementerian, yang menunjang kesejahteraan masyarakat,”katanya.
Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, I Gusti Nyoman Wiratmaja menambahkan, Subang merupakan daerah yang memiliki sumberdaya alam gas, yang harus didukung pengembangan infrastrukturnya.
Dia menyebut, dari delapan Kelurahan yang ada di Kota Subang, baru dua Kelurahan yang memeroleh bantuan pemasangan jaringan gas rumah tangga secara gratis.
“Harapannya, program ini bisa dilanjutkan untuk warga Subang lainnya,”pungkas Nyoman.
Seperti diketahui, proyek pemasangan jaringan Gas Kota pembangunannya mulai berlangsung sejak 2013 silam. Proyek yang dibiayai dana APBN 2013 senilai Rp.43,5 miliar ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Markinah asal Jakarta.
Namun, sejak pemasangan jaringan (instalasi) gas ini tuntas dibangun ke setiap rumah pada pertengahan 2013 silam, proyek tersebut sempat terkatung-katung dan tidak jelas kelanjutannya.
Warga penerima program dari dua kelurahan pun, yang jumlahnya mencapai 4.000 KK, sempat beberapa kali memertanyakan kelanjutan proyek tersebut, karena manfaatnya belum bisa dinikmati, akibat gasnya belum mengalir.
Semula, program yang telah direncanakan pemerintah sejak 2012 tersebut, hanya diperuntukkan bagi warga Desa Cidahu saja. Namun, karena warga Cidahu hanya berjumlah 2.500-an orang, sementara kuota dari pemerintah pusat harus berjumlah 4.000 KK, maka sasaran program diperluas ke wilayah Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang sebanyak 1.500 orang. (@BH/US)















