MetroMediaNews.co – Bukan tanpa alasan adanya keluhan dan protes yang disampaikan warga terkait pelaksanaan proyek peningkatan saluran di Jalan Haji Berit RT 05 RW 010, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Pasalnya proyek tersebut telah merusak kabel jaringan internet juga tanpa basa basi menggali saluran tepat didepan rumah. Pihak pelaksana terkesan cuek dan tidak bertanggungjawab atas kerusakan tersebut.
Seperti disampaikan AZ bahwa dirinya terkejut saat mengetahui halaman depan rumahnya dibongkar untuk dilakukan penggalian saluran tanpa sempat memindahkan kendaraannya.
“Ya jelas saya kaget, tiba tiba didepan rumah sudah digali dan saya belum memindahkan kendaraan. Pada akhirnya saya tidak bisa beraktifitas, bahkan kabel jaringan internet saya putus dan pihak pelaksana proyek diam saja,” ujarnya dengan nada kesal kepada MetroMediaNews.co saat dimintai tanggapannya, Selasa (3/12/2019).

Ia menambahkan, dalam hal ini Pemkot Jakbar dan Pemenang Tender harus bila melihat dampak warga yang terkena galian, dalam arti segera dilakukan revitalisasi dan kroscek kelapangan.
“Tim pengontrol dari Pemkot, kecamatan dan kelurahan harus dapat mengontrol dan mengawasi proyek tersebut. Kami sebagai masyarakat butuh pencerahan dari Stakeholder yang ada. Jadi jangan melakukan pekerjaan yang tidak profesional yang akhirnya berdampak pada rumah sehingga rusak, walaupun berada diatas saluran air,” jelasnya.

Sementara itu, pihak pelaksana pemenang tender dari PT Dovlen Seventy saat dikonfirmasi MetroMediaNews.co dilokasi bersikap arogan dengan nada menantang wartawan.
“Kalau saya tidak mau diwawancara kenapa??? Saya tidak suka dengan pemberitaan kemarin,” ucapnya dengan nada keras.
Editor: Red
Penulis: Dedy Rahman















