MetroMediaNews.co – Pemerintah desa Naringgul realisasikan anggaran dana desa (DD) tahap 3 untuk pembangunan pasar tradisional. Seperti diketahui, bahwa pasar tradisional Naringgul pengelolaanya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bhumi Adidjaya Naringgul.
Kapolsek didampingi Kasi Trantib kecamatan Naringgul, Pjs Kepala Desa dan Tim Pelaksna Kegiatan (TPK) desa Naringgul melakukan monitoring pelaksanaan pekerjaan pasar tradisional yang sedang berjalan dengan mengunakan anggaran dana desa tahap 3 sebesar Rp395.360.000 (tiga ratus sembilan puluh lima juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).
Selain pembangunan pasar tradisional, pemdes Naringgul juga membangun posyandu dan saluran air (drinase).
Pjs Kepala Desa Naringgul, Eman Sulaeman Arif Pjs menjelaskan, untuk pembangunan pasar tradisional Naringgul dengan menggunakan anggran dana desa tahap 3 tahun 2019.
“Sebanyak 16 kios pasar yang sekarang kami bangun dan nantinya setelah selesai,pengelolaannya kedepan kami limpahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah dibentuk. Dan pasar tradisional Naringgul merupakan aset desa,” ujarnya kepada MetroMediaNews.co, Selasa (17/12/2019).

Dirinya berharap, pasar tradisional Naringgul setelah dibangun bisa mensejahterakan pemberdayaan untuk warga, khususnya warga pasar, umumnya warga desa Naringgul.
“Kedepannya segala transaksi jual beli hasil bumi warga Naringgul bisa melalui Bumdes Bhumi Adidjaya di pasar tradisional Naringgul. Untuk anggota BUMDes nya sendiri sudah mengikuti pelatihan di Kabupaten, jadi sudah ada bekal ilmu untuk memajukan dan mengelola BUMDes Naringgul,” katanya.
Ada wacana pemerintah daerah Kabupaten Cianjur kedepan nya jika desa sudah mandiri juga Bumdes sudah maju dan berkembang serta mempunyai anggran sendiri kemungkinan besar biaya operasional dan kebutuhan desa akan ditiadakan. Nantinya akan menggali dari hasil BUMDes.
Ketua Pengurus BUMDes Bhumi Adidjaya, Muhamad Idrus Musi (42) mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa Naringgul atas amanah dan kepercayaan dalam menggelola pasar tradisional Bumdes.
“Insyaallah kami dengan para anggota BUMDes yang berjumlahkan 10 orang yang terbagi dibeberapa bidang diantaranya 4 orang pengurus inti, 6 orang yang membidangi menager unit usaha diantaranya, unit penggelola pasar, unit penggelola air bersih, unit penggelola GOOR desa, unit pengelola sawah kas desa, unit pengelola UMKM desa dan unit pengelola sampah pasar Naringgul akan benar benar menjalankan dan mengelola nya agar lebih baik dan maju,” terangnya.
Bumdes Bhumi Adidjaya desa Naringgul sudah mempunyai prodak unggulan dan kini sudah berjalan penjualannya seperti gula semut, gula toros, dan gula koin.
Ke depan BUMdes berencana untuk mengolah pembuatan gula aren dan akan membina para petani/pengerajin gula aren agar pembuatan lebih alami dengan tidak menggunakan bahan pengawet/kimia.
“Selama ini sudah menjadi kekhawatiran semua pihak dengan adanya sebagian petani pengerajin gula aren yang mengunakan bahan bahan pengawet dari kimia, jadi nantinya hasil produksi gula yang dipasarkan di BUMDes adalah gula aren asli tidak ada campuran dari bahan kimia,” jelasnya.
Untuk jumlah bangunan kios pasar tradisional Naringgul sendiri keseluruhan ada 92 kios dan yang dibangun sekarang sama BUMDes sebanyak 16 kios. Untuk sementara 77 kios lainnya sudah selesai dibangun oleh Pemda Cianjur melalui Disporindag (Dinas Koperasi dan Perdagangan).
Kedepan terkait status pengguna bangunan sistemnya dengan para pedagang akan diberlakukan sewa tempat, bukan diperjual belikan karena tanah pasar milik pemerintah desa Naringgul. Jadi biaya sewa kios tersebut untuk pengembangan pembangunan pasar kedepannya, serta untuk biaya perawatan dan operasional pasar. Kalau biaya kebutuhan pasar hanya mengandalkan tagihan retribusi sebesar Rp2500 (dua ribu lima rupiah) tidak akan mencukupi untuk pengembangan dan perawatan pasar.
“Terkait permasalahan sampah, BUMDes sudah berkordinasi dengan pemerintah desa untuk mengatasinya. Kami sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah dan nantinya sampah sampah tersebut akan dikelola untuk dijadikan pupuk. Jadi untuk masalah sampah Insyaallah bisa terantisipasi dan teratasi,” pungkasnya.
Editor: Red
Penulis: Jay















