PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOMEKab. MagelangOpini PembacaTeknologi

Scrolling: Kebiasaan atau Kecanduan?

185
×

Scrolling: Kebiasaan atau Kecanduan?

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi. Scrolling: Kebiasaan atau Kecanduan? (Gambar: Red./AI)

Selain itu, penggunaan media sosial juga berkaitan dengan sistem penghargaan di dalam otak, termasuk neurotransmiter dopamin. Kemunculan konten yang menarik, notifikasi, jumlah likes, komentar, atau video yang sesuai dengan minat dapat memberikan rasa senang dan mendorong seseorang untuk terus mencari konten berikutnya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Inilah yang membuat aktivitas scrolling terkadang terasa sulit dihentikan. Seseorang mungkin berniat membuka media sosial hanya beberapa menit, tetapi tanpa terasa waktu telah berlalu cukup lama.

Jika kebiasaan tersebut tidak dikendalikan, aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Waktu belajar, bekerja, beristirahat, maupun berinteraksi dengan orang lain bisa berkurang karena terlalu banyak waktu dihabiskan di depan layar.

Penggunaan gawai menjelang tidur juga dapat membuat seseorang menunda waktu istirahat. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh, konsentrasi, dan kondisi mental. Paparan cahaya dari layar serta aktivitas yang terus merangsang perhatian juga dapat membuat seseorang semakin sulit beralih ke kondisi siap tidur.

Lantas, bagaimana cara mengurangi kebiasaan scrolling?

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menetapkan batas waktu penggunaan media sosial. Fitur screen time atau batas penggunaan aplikasi dapat dimanfaatkan untuk membantu mengontrol durasi penggunaan gawai.

Selain itu, mencari kegiatan alternatif juga penting. Membaca buku, berolahraga, berkegiatan bersama keluarga, belajar, menekuni hobi, atau melakukan aktivitas di luar ruangan dapat menjadi pilihan agar waktu tidak sepenuhnya terserap oleh media sosial.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *