PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Jawa TengahOpini Pembacaviral

Simbang Kulon Night Carnival: Antara Visual Kontroversial dan Tuduhan Satanisme

378
×

Simbang Kulon Night Carnival: Antara Visual Kontroversial dan Tuduhan Satanisme

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar dari rangkaian Simbang Kulon Night Carnaval Pekalongan.
Tangkapan layar dari rangkaian Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 (1092026) di Pekalongan. (Poto: Penulis)

Dan kesimpulan di media sosial sering kali datang lebih cepat daripada klarifikasi.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Visualnya Memang Problematis

Saya tidak ingin mengatakan bahwa publik sekadar salah memahami.

Tidak sesederhana itu.

Jika sebuah pertunjukan menggunakan visual yang secara kuat mengingatkan orang pada citra satanisme atau okultisme, asosiasi tersebut memang dapat muncul. Apalagi pertunjukan itu hadir dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi.

Karena itu, mempertanyakan pilihan visual dalam SKNC merupakan hal yang wajar.

Apakah adegan tersebut memang diperlukan?

Apa maksudnya?

Dari tradisi atau cerita apa visual tersebut diambil?

Mengapa bentuk itu dipilih?

Pertanyaan semacam ini tidak perlu dianggap sebagai serangan terhadap warga Simbang Kulon.

Sebuah pertunjukan publik memang membuka ruang bagi publik untuk bertanya.

Yang menjadi masalah adalah ketika pertanyaan berubah menjadi vonis.

“Visualnya menyerupai ritual satanisme” merupakan tafsir.

Sementara, “SKNC merupakan ritual satanisme” adalah sebuah klaim.

Keduanya jelas berbeda.

Klaim semacam itu membutuhkan bukti yang lebih kuat daripada sekadar sebuah potongan video.

Berdasarkan informasi yang tersedia, belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa Simbang Kulon Night Carnival merupakan ritual satanis.

Jadi, dua hal harus dapat berdiri bersamaan: visualnya memang kontroversial, tetapi tuduhan satanisme belum terbukti.

Jangan Pula Menutup Mata atas Konteks

Di sisi lain, konteks bahwa SKNC merupakan bagian dari kegiatan Maulid juga tidak boleh digunakan untuk menutup perdebatan.

Sebuah acara dapat memiliki niat baik dan tetap menghasilkan pertunjukan yang dipertanyakan.

Sebuah tradisi dapat dijalankan bertahun-tahun dan tetap perlu dievaluasi ketika bentuknya berubah.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Di mana Gajah Harus Pulang
Aceh

Gajah tidak mengenal batas administrasi yang dibuat di…