Sebuah karya dapat dimaksudkan sebagai hiburan, tetapi tetap memiliki konsekuensi ketika simbol yang digunakan dibaca berbeda oleh publik.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Itulah sebabnya penjelasan panitia menjadi penting.
Bukan karena SKNC sudah terbukti melakukan sesuatu yang salah.
Melainkan karena ketika sebuah pertunjukan menimbulkan tafsir sejauh itu, publik berhak mengetahui maksud di baliknya.
Kreativitas tidak harus dibungkam.
Tetapi kreativitas juga tidak seharusnya kebal dari pertanyaan.
Viral Tidak Sama dengan Terbukti
Persoalan berikutnya adalah cara media sosial memperbesar sebuah peristiwa.
Satu video dipotong.
Potongan itu diberi judul.
Judul tersebut kemudian memengaruhi cara orang melihat video.
Video dibagikan kembali dengan narasi yang berbeda.
Pada tahap tertentu, orang yang baru melihat unggahan terakhir merasa sudah mengetahui keseluruhan cerita.
Padahal belum tentu.
Kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum kamera dinyalakan.
Kita tidak tahu apa yang terjadi setelah kamera dimatikan.
Kita juga tidak tahu apakah adegan yang viral merupakan bagian utama pertunjukan atau hanya salah satu bagian kecil dari keseluruhan karnaval.
Namun, publik sudah diminta memilih: percaya atau tidak percaya, membela atau mengecam.
Di sinilah kita perlu mengingat satu hal sederhana:
Viral bukan bukti.
Jumlah penonton tidak membuat sebuah klaim menjadi benar.
Jumlah komentar tidak membuat sebuah tuduhan menjadi fakta.
Banyaknya akun yang mengulang narasi yang sama juga tidak otomatis membuat narasi tersebut terverifikasi.
Kematian dan Pengeroyokan Bukan Bukti Ritual
Kontroversi SKNC juga berkembang bersamaan dengan pemberitaan mengenai dua peristiwa lain.
Ahmad Faiz, 40 tahun, warga Simbang Kulon, diberitakan meninggal pada Jumat pagi setelah mengikuti karnaval malam sebelumnya. Berdasarkan keterangan keluarga yang beredar, ia mengalami kelelahan berat setelah hampir tidak tidur selama dua hari karena mempersiapkan kegiatan karnaval sambil tetap bekerja.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











