Ada pula dua pedagang sosis yang melaporkan dugaan pengeroyokan ketika melintas di tengah kerumunan. Polisi masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan panitia kepada polisi, orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut bukan peserta maupun panitia karnaval.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Kedua peristiwa tersebut tentu serius.
Namun, tidak ada alasan untuk menjadikannya sebagai pembenaran bagi cerita yang lebih besar tanpa bukti.
Kematian Ahmad Faiz harus dilihat berdasarkan keterangan keluarga serta fakta yang dapat diverifikasi.
Dugaan pengeroyokan harus menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Sementara kontroversi visual harus dibahas sebagai kontroversi visual.
Jangan semua kejadian dirangkai menjadi satu cerita hanya karena berlangsung di tempat dan waktu yang berdekatan.
Lalu, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sampai saat ini, yang dapat dikatakan dengan cukup aman adalah:
Simbang Kulon Night Carnival 2026 memang menampilkan sejumlah visual yang kontroversial.
Visual tersebut memicu sebagian publik mengaitkannya dengan simbol atau ritual satanisme.
Publik berhak mempertanyakannya.
Panitia berhak memberikan penjelasan mengenai maksud pertunjukan.
Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyebut SKNC sebagai ritual satanis.
Menurut saya, posisi ini jauh lebih jujur daripada memilih salah satu ekstrem.
Tidak perlu mengatakan semua orang yang mengkritik sedang melakukan fitnah.
Tidak perlu pula ikut meneriakkan bahwa sebuah kampung sedang melakukan ritual satanis hanya karena melihat beberapa detik video.
Sebab, persoalan sebenarnya bukan apakah kita harus percaya kepada panitia atau warganet.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











