“SPMB adalah gerbang pertama tiket masa depan anak-anak kita. Jika gerbangnya kotor, maka masa depan yang lahir dari sana juga akan kotor. Untuk itu hari ini bukan acara seremonial biasa, melainkan kita membuat sumpah bersama di atas meterai Rp10.000 untuk menjaga marwah pendidikan Pemalang,” tegasnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ia menambahkan bahwa penandatanganan fakta integritas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB.
Bupati Pemalang menegaskan bahwa fakta integritas yang telah ditandatangani merupakan bentuk sumpah bersama untuk menghapus berbagai praktik yang mencederai dunia pendidikan.
“Fakta integritas ini adalah sumpah untuk memastikan tidak ada lagi cerita titip anak ke orang dalam, jual bangku sekolah, atau pungutan liar yang berkedok sumbangan,” tegas Anom.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan sistem penerimaan murid baru yang bersih dan akuntabel.
Pemkab Terapkan Zero Tolerance terhadap Kecurangan
Selain dihadiri para kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Pemalang, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, unsur TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya di bidang pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan akan menerapkan kebijakan Zero Tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Tidak ada toleransi bagi praktik titipan, manipulasi data, maupun pungutan liar yang berpotensi merugikan masyarakat dan mencederai prinsip keadilan dalam pendidikan.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











