Supriatna menambahkan, jembatan gantung kali Cilaki yang panjangnya mencapai 82 meter dengan lebar 1,30 cm ini merupakan akses satu satunya warga didua desa salah satunya desa kami Cibuluh.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Bukan hanya akses ekonomi, akses pendidikan juga sama, pasalnya anak anak sekolah baik dari Sekolah Dasar (SD) juga SMP saat mau berangkat sekolahnya melewati jembatan gantung kali Cilaki, sementara kondisi jembatan sudah lapuk tua bentangan seling kawatnya sudah berkarat serta kondisi tiangnya sudah rapuh. Kami khawatir suatu saat putus,” tambahnya.
Supriatna berharap, atas nama warga desa Cibuluh memohon kepada pemerintah satuan atas baik dari tingkat Kabupaten, Provinsi juga Pusat untuk segera membantu pembangunan jembatan yang baru minimal perbaikan sebab ini akan mengeluarkan anggaran yang lumayan besar.
“Kalau mengunakan anggaran dana desa (DD) kami terbentur dengan aturan karena akses jalan ini merupakan akses jalan penghubung antar kabupaten Cianjur dan Garut. Selain itu pembangunan jembatan gantung baru akan memakan anggaran yang lumayan besar diperkirakan akan menghabiskan Rp 1 miliar rupiah,” tegasnya.
Sementara anggaran dana desa (DD) dipotong untuk biaya penanganan Covid-19 hampir 82% besarannya termasuk pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD untuk warga masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan anggaran Dana Desa (DD) kami tidak sanggup untuk pembangunan jembatan gantung baru yang semi permanen yang bisa di lalui oleh kendaran roda dua minimal,” pungkasnya.
(Jay)
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »









