MetroMediaNews.co – Positif demam berdarah, Iis Aisyah (42) warga Kampung Babakan Astana RT 01/01, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Diketahui kini sekitar 20 warga lainnya dari Desa Sukajaya, Desa Sukarama, dan Desa Cikondang di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur pun positif terjangkit demam berdarah.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Suami Iis, Asep Saprudin (56) mengatakan, istrinya terjangkit pertama dan diikuti oleh dua anaknya lalu ibunya. Namun sangat disesalkan sudah ada warga yang terjangkit DBD baru dilakukan penyemprotan fooging.
“Anak saya juga ikut terkena DBD. Saya sayangkan setelah 40 persen warga terjangkit baru ada penyemprotan,” ujarnya.
Asep juga menyayangkan ada beberapa tetangga termasuk istrinya yang terkena DBD. Akan tetapi biaya tak digratiskan. Ia mengatakan anggota keluarganya yang terkena DBD adalah Rosita Dewi (21), Reza Fitra (15), dan Utih (60).
“Saya mohon tolong bantu warga yang musibah, ini juga diharuskan membayar biaya pengobatan,” sesalnya.
Sementara itu Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman mengatakan dirinya langsung melakukan pantauan di RSUD Sayang Cianjur, sebanyak 10 orang pasien terkena wabah Demam Berdarah dari Kecamatan Bojongpicung. Rencananya semua pasien yang dirawat tersebut biaya perawatannya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Kami dari Pemerintah kabupaten Cianjur khususnya yang terkena wabah DBD ini kami akan gratiskan,” tegas Herman, saat ditemui Rabu (23/10).
Herman mengatakan, pemerintah juga sudah melakukan penanganan fooging ke desa-desa yang terkena wabah DBD tersebut. Pasalnya musim ini sudah memasuki musim transisi dari musim panas ke musim hujan.
“Penanganan DBD ini bersama Dinas Kesehatan sudah melakukan Fooging. kami mohon waspada kepada masyarakat Cianjur ini adalah transisi waktu dari kemarau ke hujan biasanya itu disenangi oleh nyamuk DBD. Saat ini dari 20 orang pasien, sudah pulang 8 orang dan masih dirawat sekarang 10 orang, 1 orang meninggal namanya Iis Aisyah,” jelasnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Fauzy menambahkan untuk korban Iis, sempat dirawat di RSUD Sayang Cianjur tanggal 17 Oktober 2019.
“Iis sempat masuk ICU pada tanggal 18 Oktober 2019, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal,” terangnya.
Irvan mengatakan, kronologis Iis terjangkit DBD berawal pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB pasien pergi berobat ke Puskesmas Cikondang dengan keluhan pusing, nyeri perut, dan muntah sebanyak tiga kali. Selanjutnya Iis diberikan diberikan obat paracetamol, dan antasid.
“Lalu pada tanggal 17 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB keluarga berinisiatif membawa pasien ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan ambulans desa namun tanpa melibatkan petugas kesehatan,” paparnya
Irvan mengatakan lalu pada 18 Oktober 2019 pukul 11.00 WIB pasien masuk ICU, pukul 11.20 WIB pasien dinyatakan meninggal dan jenazah diantarkan pulang menggunakan ambulans.
“Kami terus melakukan visitasi kepada tiga desa di sana. Tempatnya kami gunakan madrasah, masjid, dan tempat umum lainnya untuk pengobatan warga,” pungkasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: Farhaan MR
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











