SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DKI JakartaHOMEMedia SosialVideo

Viral! Video Pria Berbaju Hitam Berdiri di Atas Gedung Saat Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

158
×

Viral! Video Pria Berbaju Hitam Berdiri di Atas Gedung Saat Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Sebarkan artikel ini
Video viral merekam pria berbaju hitam di atap gedung tinggi daerah Bundaran HI saat demo mahasiswa 12 Juni 2026. (Threads/gabriellaovc)

Sejumlah warganet turut memberikan tanggapan beragam di kolom komentar. Sebagian mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap situasi di sekitar lokasi aksi, sementara lainnya mengajak warga untuk memanfaatkan perangkat elektronik seperti telepon genggam maupun kamera pengawas guna memantau kondisi di lapangan.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola gedung terkait identitas maupun tujuan keberadaan pria berbaju hitam tersebut di atas gedung sekitar kawasan Bundaran HI.

Sementara itu, aksi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengusung lima tuntutan utama kepada pemerintah.

Beberapa tuntutan tersebut antara lain meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menghentikan praktik militerisme di ruang sipil, serta mendesak pemerintah mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai bermasalah.

(Red./Firden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *