HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahKab. PemalangLingkunganPertanian

Unik, Kampung Mengoneng di Pemalang Dijuluki Kampung Seribu Jembatan

397
×

Unik, Kampung Mengoneng di Pemalang Dijuluki Kampung Seribu Jembatan

Sebarkan artikel ini
Poto Jembatan di Kampung Mengoneng yang berada di Kelurahan Bojongbata, Pemalang. Poto: Ragil

PEMALANG – Kabupaten Pemalang sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah pertanian yang subur di jalur Pantura Jawa Tengah. Karakter tanah yang gembur, minim kandungan bebatuan, serta didukung sistem irigasi yang baik menjadikan wilayah ini sebagai salah satu sentra penghasil beras di kawasan pantai utara Pulau Jawa.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Terutama di wilayah pesisir utara yang dikenal dengan sebutan Puser Jawa, hamparan lahan persawahan masih terbentang luas. Keberadaan jaringan irigasi yang telah dibangun sejak lama menjadi penopang utama produktivitas sektor pertanian masyarakat.

Salah satu kawasan yang memiliki karakter unik adalah Kampung Mengoneng yang berada di Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang. Kampung tua ini dilintasi sejumlah saluran air yang telah ada sejak ratusan tahun silam.

Berdasarkan catatan sejarah lokal, Mengoneng diyakini pernah menjadi pusat pemerintahan Kadipaten Pemalang pada masa lampau. Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui tata ruang kampung yang khas, termasuk keberadaan jaringan saluran air yang mengelilingi permukiman warga.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan pembangunan rumah tinggal di sepanjang bantaran saluran air, hampir setiap warga yang membangun rumah di tepi saluran membuat jembatan kecil sebagai akses menuju rumah mereka.

Menurut Mang Ipin (65), warga asli Kampung Mengoneng yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di kampung tersebut, pada era 1960-an terdapat empat saluran air besar yang membelah kawasan permukiman.

“Pada waktu itu ada empat saluran air yang membelah kampung. Lebarnya rata-rata antara tiga sampai empat meter,” ujar Mang Ipin, Rabu (3/6).

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *