Rian Sigit Sriyono, salah seorang peserta calon Panwascam Pabuaran mengatakan ada ketidak beresan dalam rekrutmen anggota Panwascam, salah satunya dugaan adanya penunjukkan langsung atau ploting di setiap kecamatan.
“Nyaris muka-muka lama (mantan Panwascam) sudah diploting, sehingga terkesan peserta yang ikut tes Panwascam sepertinya sudah ada sebenarnya orang-orang yanag akan lulus tes,” ujarnya.
Tak hanya itu, Rian juga menduga adanya uang pelicin dalam rekrutmen angota Panwascam. “Setelah ditelusuri, ada yang pakai uang lolos, ada juga yang tidak lolos,” tutur Rian di hadapan sejumlah wartawan. “ Ketika saya dimintai uang, saya tidak ngasih. Tapi kalau orang lain pada ngasih (uang),” katanya.
Masih kata Rian, uang pelicin yang diminta oknum untuk memperlancar rekrutmen anggota Panwascam besaraanya variatif, mulai dari Rp.1 juta hingga Rp.3 juta. Atas temuan ini dirinya bersama sejumlah calon yang gagal lolos seleksi akan melaporkan ke Kejari Subang.
“Selain itu kami akan mengadakan demo dengan korban lainnya, agar keadilan dan profesionalisme di terapkan,” tandasnya.
Ketua Panwaslu Kab.Subang Raskim, S.Ag. saat dikonfirmasi membantah semua tuduhan itu. Namun demikian pihaknya berjanji akan mengecek kebenaran kabar tak sedap itu.
“Kami akan lakukan jumpa Pers besok (27/10). Intinya kami bersih,” ujar Raskim saat dihubungi via sambungan selulernya.
(BH)















