“Mereka kami serahkan ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Selanjutnya dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanita Wanodyatama di Surakarta,” jelasnya.
Diberikan Pelatihan Keterampilan dan Pembinaan Sosial
Agus menjelaskan, selama berada di panti rehabilitasi, para peserta akan mengikuti berbagai program pembinaan sosial dan pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Salah satu keterampilan yang diberikan adalah pelatihan menjahit serta sejumlah program pengembangan kemampuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
“Di sana mereka akan mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan, seperti menjahit dan keterampilan lainnya, sehingga setelah selesai menjalani rehabilitasi mereka memiliki bekal untuk berusaha dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Masa rehabilitasi biasanya berlangsung antara tiga hingga enam bulan, tergantung hasil evaluasi dan perkembangan masing-masing peserta selama mengikuti program pembinaan.
Operasi Pekat untuk Menjaga Ketertiban Masyarakat
Operasi penyakit masyarakat yang dilaksanakan Satpol PP Pemalang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah yang berlaku.
Selain menyasar praktik prostitusi, operasi tersebut juga ditujukan untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap langkah pembinaan melalui rehabilitasi sosial dapat membantu para peserta memperoleh keterampilan baru dan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.















