PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DKI JakartaNasionalOpini PembacaPeristiwa

Bencana, Birokrasi, dan Jarak Kekuasaan: Analisis Sosiologis atas Respons Tanggap Bencana Pemerintah

64
×

Bencana, Birokrasi, dan Jarak Kekuasaan: Analisis Sosiologis atas Respons Tanggap Bencana Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi: Bencana, Birokrasi, dan Jarak Kekuasaan: Analisis Sosiologis atas Respons Tanggap Bencana Pemerintah (Robi Firmansyah/Red)

Kebijakan baru membutuhkan proses trial and error, pengujian, evaluasi, serta penyempurnaan. Demikian pula gagasan mengenai bahan pemadam berbasis singkong maupun pembangunan sumur bor perlu diuji berdasarkan efektivitas teknis, biaya, rantai pasok, keberlanjutan, dan kondisi geografis lokasi bencana.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dengan demikian, sebagian analisis dalam tulisan ini masih berada pada ranah proyeksi risiko dan belum dapat diposisikan sebagai temuan empiris yang telah terverifikasi. Kajian lebih lanjut tetap diperlukan, khususnya terkait kepastian rantai pasok bahan baku, efektivitas formulasi bahan pemadam, kebutuhan energi, biaya operasional, serta efektivitas sistem sumur bor dalam kondisi kebakaran yang sebenarnya.

Pada akhirnya, persoalan utama dalam tata kelola bencana bukan semata-mata apakah pemerintah memiliki banyak gagasan. Persoalannya adalah apakah gagasan tersebut mampu diterjemahkan menjadi tindakan yang cepat, tepat, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bencana tidak mengenal jenjang birokrasi. Api tidak menunggu surat keputusan. Gempa tidak menunggu rapat koordinasi.

Karena itu, semakin cepat informasi lapangan sampai kepada pengambil keputusan, semakin kecil pula jarak antara negara dan masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Dalam situasi darurat, negara bukan hanya dituntut hadir melalui kebijakan. Negara dituntut hadir melalui kecepatan, ketepatan, dan keberpihakan pada keselamatan manusia.

Sumber:
Baraldi, Claudio, Corsi, Giancarlo, & Esposito, Elena. (2021). Unlocking Luhmann: A Keyword Introduction to Systems Theory. Bielefeld University Press. https://doi.org/10.14361/9783839456743

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Di mana Gajah Harus Pulang
Aceh

Aceh memiliki pengetahuan adat, masyarakat lokal yang hidup…