Ketertarikannya menjadi tentara ternyata berawal dari pengalaman sederhana semasa SMP. Saat itu ia melihat seorang Babinsa di kampungnya sering membagikan tembakau kepada warga yang sedang ronda malam.
“Zaman itu tembakau cukup mahal. Saya heran, kok bapak tentara bisa membagikan tembakau gratis. Saya pikir berarti tentara hebat dan punya penghasilan besar,” ujarnya sambil tertawa.
Kini, setelah menempuh berbagai penugasan dan pengalaman militer, Rachmat dipercaya memimpin Kodim 0712/Tegal. Sebelum menjabat Dandim, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma.
Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak menyerah pada keadaan dan terus berusaha mewujudkan cita-cita.
“Giat, gigih, rajin, dan selalu disertai doa. Dengan itu, insyaallah kita bisa meraih masa depan sesuai yang dicita-citakan,” pesannya.
“Saya asli Probolinggo, kota mangga. Saya berasal dari kampung yang jauh dari gemerlap dunia. Tetapi saya ingin membuktikan bahwa masa depan tidak tebang pilih,” pungkas suami seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Slawi tersebut.















