“Pelayanan yang diberikan di daerah tetap mendapatkan pengawasan dan dukungan dari rumah sakit rujukan nasional. Harapannya, pasien dapat memperoleh pelayanan yang baik, aman, dan memuaskan,” kata Kholid.
Menurutnya, kegiatan proctorship bukan hanya menjadi sarana transfer ilmu dan keterampilan medis, tetapi juga membangun sistem pembelajaran berkelanjutan antar-rumah sakit guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara merata.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelayanan dasar hingga pelayanan rujukan.
“Pelayanan primer di puskesmas terus diperkuat. Layanan rujukan juga ditingkatkan, termasuk layanan jantung yang kini sudah tersedia di RSUD dr. Soeselo,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Direktur Utama RSUP dr. Kariadi, para Kepala Dinas Kesehatan se-Jawa Tengah, Direktur RSUD se-Jawa Tengah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, serta jajaran manajemen RSUD dr. Soeselo.
Melalui kerja sama ini, akses masyarakat terhadap layanan jantung dan pembuluh darah yang lebih cepat, dekat, dan berkualitas diharapkan semakin meningkat, sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan spesialistik di Jawa Tengah.
Penulis: Kuncoro Wijayanto















