SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Hilangnya Beberapa Cahaya Pelita Dunia, Sebabkan Duka Mendalam Bagi Warga Nahdliyin Jatim

55
×

Hilangnya Beberapa Cahaya Pelita Dunia, Sebabkan Duka Mendalam Bagi Warga Nahdliyin Jatim

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Umat Islam Jawa Timur, khususnya warga Nahdliyin hanya dalam rentang waktu tiga (3) hari harus kehilangan sosok-sosok yang menjadi cahaya ilmu pelita dunia.

Hari ini, Selasa (7/5/2024) berita duka tersiar menyelimuti hampir seluruh media jejaring sosial. Diberitakan bahwa keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan berduka cita atas wafatnya beberapa Dzurriyah nya (baca : keluarga) dikarenakan kecelakan tertabrak kereta api.

Sebagaimana dilansir dari suarasurabaya.net, kronologi meninggal adalah disebabkan kendaraan yang ditumpangi mengalami kecelakaan akibat tertabrak kereta api di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di daerah Rejoso Pasuruan sekitar pukul 08.45 WIB.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Agus Prayitno mengatakan, kecelakaan yang menyebabkan empat orang meninggal merupakan rombongan salah satu pondok pesantren di Kraton Pasuruan, dimana akhirnya diketahui bahwa rombongan tersebut adalah keluarga besar Ponpes Sidogiri Pasuruan. Dengan korban meninggal salah satunya adalah Nyai Hajjah Munjiyah binti KH. Noerhasan.

Sementara itu tiga hari sebelumnya tepatnya hari Sabtu (4/5/2024) keluarga besar Ponpes Menara Al Fattah Mangunsari Tulungagung, juga berduka cita.

Sosok kharismatik, salah satu ulama’ sepuh (berusia diatas 80 tahun-red) Tulungagung yang dikenang dengan tiga nasehatnya “Istiqomah ‘Ibadah, Istiqomah Jama’ah dan Istiqomah Ta’lim wa ta’allum (belajar dan mengajarkan)” KH. Ibnu Katsir Siroj yang juga merupakan pengasuh Ponpes tersebut meninggal dunia.

“Sesuai wasiat, beliau ingin di makamkan di makam tambak Kediri,” jelas salah satu santri Al Fattah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *