HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

HP, Jaringan dan Kuota Jadi Kendala Siswa Saat Belajar Online, Yeti Nurhayati: Semoga Pandemi Covid-19 Cepat Berakhir

119
×

HP, Jaringan dan Kuota Jadi Kendala Siswa Saat Belajar Online, Yeti Nurhayati: Semoga Pandemi Covid-19 Cepat Berakhir

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Kepala Sekolah SMPN 1 Cikalong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yeti Nurhayati berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga peserta didik bisa belajar secara langsung (tidak secara online) atau bertatap muka.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Yeti merasa khawatir, bila kegiatan belajar mengajar (KBM) akan terus dilakukan secara daring (online), untuk siswa dan peserta didik baru, kemungkinan siswa susah untuk menangkap atau menerima ilmu pelajaran yang di sampaikan melalui daring.

Misalnya, terang Yeti, mengajarkan akhlak yang baik dan pelajaran Islam lainnya. Apalagi bagi siswa yang tidak memiliki handphone (HP) atau alat pendukung lainnya, untuk proses belajar mengajar secara daring itu sangat mengkhawatirkan.

“Nah, apalagi di SMP kan? hampir rata-rata siswanya tidak miliki handphone,” kata Kepsek SMPN 1 Cikalong, Kamis (30/7/2020).

Yeti menyambungkan, kendalanya itu dengan jaringan atau sinyal untuk belajar secara daring. Lalu, pulsa juga (kuota). Kalau untuk sejumlah siswa tidak mampu harus bagaimana.

“Semoga pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir, dan Cianjur menjadi zona hijau. Sehingga, KBM bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka dengan peserta didik,” katanya.

Terakhir, Yeti menambahkan. Karena, bila terus menerus belajar secara online, besar kemungkinan siswa banyak yang kurang memahami. Sebab, mata pelajaran itu banyak.

“Artinya, bukan satu bidang saja, yang disampaikan oleh para guru. Ya, merasa khawatir saja. Itu akan susah untuk menerimanya,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: M|Jay

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *