Bagi warga, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Jalan adalah akses menuju sekolah, tempat bekerja, pasar, fasilitas kesehatan, hingga pusat pelayanan pemerintahan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ketika kondisi jalan mengalami kerusakan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan. Aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan dan mobilitas masyarakat juga dapat ikut terganggu.
Di sinilah tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menemukan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Keadilan pembangunan semestinya tidak hanya terlihat dari pembangunan yang megah di pusat kota. Keadilan juga harus hadir di desa-desa, termasuk wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Bagi masyarakat Desa Bojong, jalan yang layak bukanlah sebuah kemewahan. Jalan yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan dasar agar roda kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Maka, ketika kita berbicara tentang kemerdekaan, pertanyaan sederhana patut diajukan:
Sudah sejauh mana pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa?
Makmur: Ukurannya Ada di Rumah-Rumah Rakyat
Kemakmuran juga tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya pembangunan fisik.
Ukuran paling sederhana adalah bagaimana kehidupan masyarakat di rumah masing-masing.
Apakah orang tua mampu memenuhi kebutuhan keluarganya?
Apakah anak-anak dapat memperoleh pendidikan?
Apakah masyarakat memiliki pekerjaan yang layak?
Apakah kebutuhan pangan dapat terpenuhi?
Apakah warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya yang tidak mampu mereka tanggung?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut justru menjadi ukuran paling nyata apakah kemakmuran benar-benar telah dirasakan rakyat.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











