Di video itu juga disertakan gambar para petugas yang terlihat terus memantau layar sambil memperhatikan pengendara. Jika terlihat pengendara yang terindikasi melanggar lalin maka petugas akan menegurnya.
Dengan adanya alat seperti ini para pengendara di Jakarta diharapkan lebih tertib dalam berlalu lintas. Menurut dia, kesadaran pengendara akan tertib lalu lintas sulit terwujud bila tidak dibarengi dengan penindakan serta meningkatkan layanan transportasi publik.
Andri menjelaskan, sejumlah infrastruktur pendukung sedang dipersiapkan agar sistem ini bisa berjalan secepatnya di 14 titik persimpangan lainnya. Misalnya, kata dia, jaringan alat komunikasi agar tidak terkendala. Dibutuhkan data yang besar untuk melihat dengan jelas pelat nomor kendaraan.
Menurut dia, operator yang bertugas di pusat kontrol perlu koneksi baik agar dapat melihat gambar pengendara, pelat nomor kendaraan dan hal detail lainnya seperti pakaian yang dikenakan pengendara. “Kualitasnya harus baik, yang kita pasang memang sudah bagus namun harus tetap ditingkatkan agar tidak ada gangguan saat beroperasi,” kata dia.(jns/dr)













