Salah satu bentuk bantuan tersebut adalah berupa beberapa paket makanan yang merupakan model baru untuk mengatasi kebutuhan makanan di pengungsian. Paket makanan ini dinilai sangat praktis karena di dalam situasi darurat seperti ini penyajian makanannya harus cepat siap saji, tidak secepat dengan kebutuhan makanan yang harus segera disiapkan.
“Soalnya harus segera disiapkan dapurnya, lapanganya, alat masaknya dan lain-lain, makanya ada paket lauk A, B, C, D, dengan berbagai jenis dan rasa juga jenisnya, ada rasa opor ayam, rica-rica, rendang dan tumis,” katanya dengan nada tenang.
Untuk menyalurkan bantuan tersebut Kementerian Sosial RI akan memanfaatkan para relawan KSB (Kampung Siaga Bencana) yang telah di bentuk oleh Kemensos RI di daerah-daerah rawan bencana seperti di Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Baleendah.
“Dengan begitu disitulah pentingnya ada KSB, disana ada pengurusnya yang langsung dari warga masyarakat. Jadi dia tahu persis rumah-rumah mana saja yang harus di drop bantuan,” jelasnya.
Adapun rincian bantuan logistik untuk Provinsi Jawa Barat sebagai berikut, paket lauk A, B, C, D sebanyak 200 paket, family kit 100 paket, Kidsware (berlengkapan bayi) 100 paket, perlengkapan DUMPLAP 1 paket, Kasur 100 paket, Velbet 200 paket dan Tenda gulung sebanyak 350 paket.
Selain itu ada juga bantuan sandang sebanyak 400 paket, selimut 500 lembar, rompi pelampung 10 potong, warepack dan Peralatan 308 paket, serta rompi tagana sebanyak 317 potong.
Selanjutnta rombongan Kemensos RI ini berencana akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke sejumlah posko pengungsian di Gudang Tenggo Kecamatan Bojongsoang dan Gedung Inkanas Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.















