“Kami mendatangi rumah Pak Waindun beramai-ramai hampir setiap hari. Kami memohon beliau mau memimpin kami. Soal suguhan rokok dan jajanan, itu warga yang patungan,” kata Casmono.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ia menambahkan, masyarakat percaya bahwa kepemimpinan yang baik lahir dari integritas, kejujuran, dan pengabdian, bukan dari besarnya modal kampanye.
Tolak Politik Uang
Waindun menegaskan dirinya tidak akan melakukan praktik politik uang apabila benar-benar maju dalam pemilihan kepala desa. Baginya, dukungan masyarakat merupakan modal terbesar untuk membangun Desa Sungapan.
Apabila dipercaya memimpin, ia berkomitmen memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tanpa beban mengembalikan biaya kampanye yang besar, seorang kepala desa akan lebih leluasa bekerja demi kepentingan masyarakat.
“Saya tidak punya uang, tetapi saya punya niat dan dukungan warga yang luar biasa. Kalau memang warga yang meminta dan berjuang bersama, saya bismillah siap mengabdi,” tutup Waindun dengan mata berkaca-kaca.
Fenomena dukungan masyarakat terhadap Waindun menjadi gambaran bahwa masih ada harapan lahirnya kepemimpinan desa yang bertumpu pada kepercayaan, integritas, dan semangat pengabdian. Di tengah maraknya anggapan bahwa politik selalu membutuhkan biaya besar, warga Desa Sungapan justru ingin membuktikan bahwa pemimpin yang baik tidak selalu lahir dari kekuatan modal, melainkan dari kejujuran dan kepercayaan masyarakat.
Penulis: Ragil
Editor: Redaksi
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











