“Boro-boro buat berobat ke Rumah Sakit pak… buat makan saja saya bingung, untuk sementara ini kebutuhan saya.dari anak dan istri yang mencari nafkah secara serabutan,” ucap Dayu.
Kini Dayu hanya bisa pasrah dan menerima nasib. Dirinya hanya bisa berharap dari istri, anak dan belas kasihan dari para tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ironisnya sejak kecelakaan terjatuhnya Dayu dari pohon dan mengalami kelumpuhan sejak 2011 lalu sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah maupun Pusat.
“Saya berharap diberi kesembuhan, namun seandainya tuhan berkata lain semoga saja Pemerintah bisa membantu saya memberikan tempat usaha yang bisa saya lakukan dalam keadaan lumpuh untuk menafkahi anak istri saya,” katanya.
Dikatakan Dayu dirinya kerap merasa sedih ketika tidak mampu menafkahi anak dan istrinya. Apalagi anak bontot dari Dayu masih duduk dibangku sekolah dasar.
Sementara itu Andi Kurniawan (30) tetangga Dayu menyampaikan turut prihatin atas keadaan dan kondisi tetangganya saat ini. “Saya merasa prihatin dan kasihan melihat Dayu, mau buang air besar dan kecil jalannya itu ngesod. Sampai saat ini tetangga terdekat saling bantu tapi itupun hanya sekedar meringankan beban Dayu,” terang Andi.
Pantauan METROMEDIANEWS.CO untuk menuju kediaman Dayu harus menempuh jarak tiga Kilo Meter dengan kondisi jalan yang bertebing dan curam, serta hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.(Jay)















