“Padahal bukan baru satu kali ini saja mengantarkan Jumenah bekerja, ini merupakan yang ke tiga kalinya, dan hal mengistirahatkan penumpang adalah hal yang sudah biasa baginya untuk rehat sejenak sambil menunggu konfirmasi dari pihak yang akan menerima para pekerja asisten rumah tangga (ART),” jelasnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Hal sama dikatakan Upit (52) Ibu kandung Anggi bahwa yang jadi maslah adalah postingan suami Jumenah di jejaring media sosial yang tidak sesuai fakta dan mempermalukan anaknya.
“Saat saya konfirmasi si Dicki berbicara panjang terkait postingannya, bahkan dia sempat menyuruh saya dan Anggi untuk datang ke Pandeglang, namun karena jarak yang jauh dan terbatasnya biaya maka saya tidak menyanggupi keinginan tersebut,” katanya.
Upit menambahkan, Dicki juga sempat memposting di Facebok dan mengatakan bahwa masalahnya sudah ada itikad baik dari pihak Anggi.
“Saya masih menunggu itikad baik untuk mengembalikan nama baik Anggi di jejaring sosial agar dapat kembali menjalankan pekerjaan sebagai sopir travel dan dapat kembali kepercayaan dari para penumpang lain,” ucapnya.
“Tadinya kalau masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, saya tunggu itikad baiknya, namun apabila tidak ada itikad baik dari keluarga Jumenah dan Dicki maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan saya laporkan kepada pihak berwajib dengan dasar pencemaran nama baik dengan bukti-bukti yang sudah saya kumpulkan,” pungkasnya.(Jay)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











