Benny juga menekankan bahwa tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan” mengajak santri masa kini untuk tidak hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga terus beraksi dengan semangat yang sama. Jika dahulu santri berjuang melawan penjajah, kini mereka harus berjuang melawan kebodohan dan kemunduran melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Santri harus percaya diri, karena santri bisa menjadi apa saja,” ujar Benni. Ia mengutip contoh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menjadi presiden dan KH. Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden. Santri juga dapat menjadi pengusaha, menteri, atau birokrat, asal terus berjuang dan bersungguh-sungguh.
Benni berharap para santri di Bungbulang terus meningkatkan kompetensi, pendidikan, dan kemampuan teknologi agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia juga menekankan pentingnya santri untuk tidak hanya mempelajari ilmu teknis, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi tantangan praktis di masa depan.
Peringatan Hari Santri Nasional ini dihadiri oleh sekitar 20 pesantren, termasuk dari Desa Sinarjaya yang terletak cukup jauh. Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. (Dedi)
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











