PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahPeristiwa

Sambut Cianjur Menuju Era Baru, Lokatmala Foundation Gelar Program Seni Budaya Bertajuk Cianjur 1834

193
×

Sambut Cianjur Menuju Era Baru, Lokatmala Foundation Gelar Program Seni Budaya Bertajuk Cianjur 1834

Sebarkan artikel ini

Kemudian Cianjur 1834 juga akan menampilkan pertunjukan Tari Kreasi Bentang Herang dan Fashion Show Batik Cianjur, yang memadukan tradisi dengan inovasi. Dilanjutkan dengan Deklarasi Komunitas Pelestari Budaya Pancasila dan Workshop Ideologi dan Pemajuan Budaya, sebagai upaya memperkuat kesadaran nasionalisme berbasis budaya.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Kami juga akan menyelenggarakan Workshop Mamaos Cianjuran, Pameran UMKM, dan Pertunjukan Seni Lokatmala, yang mengintegrasikan seni budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif,” papar Indri.

Napak Tilas

Terpisah, Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, N. Wina Resky Agustina, S.Sn, M.Sn, menjelaskan, Program “Cianjur 1834” berangkat dari sejarah panjang Cianjur sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Sebelum tahun 1834, Cianjur dikenal sebagai sentra penghasil kopi terbaik hingga mancanegara.

“Namun seperti kita catat dari berbagai literasi yang ada , kejayaan itu juga diwarnai dengan berbagai konflik, perjuangan sosial dan budaya, seperti yang tercermin dalam kisah Nyai Apun Gencay hingga munculnya kehadiran Dalem Pancaniti yang merombak kegelapan menjadi cahaya melalui seni dan budaya adiluhung,” kata Wina yang Dosen Seni Budaya Sunda serta Kajian dan Pentas Drama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur tersebut.

Disebutkan Wina, Cianjur 1834 akan dimulai dari kehadiran Nyai Apun Gencay yang dikenal sebagai sosok perempuan yang mencatat luka dalam sejarah Cianjur, menjadi saksi atas dinamika kolonialisme di Cianjur. Sementara, Dalem Pancaniti diketahui sebagai sosok yang membawa perubahan dengan menanamkan nilai seni dan budaya sebagai pilar harmoni dalam kehidupan masyarakat saat itu.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *