SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Survei Indometer: Masa Pandemi Covid-19, Masyarakat Lebih Memilih New Normal

112
×

Survei Indometer: Masa Pandemi Covid-19, Masyarakat Lebih Memilih New Normal

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Survei Indometer menilai, hampir lima bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia, yang memberikan dampak sosial ekonomi sangat dalam. Pemerintah telah membuka kembali aktivitas ekonomi, di tengah masing tingginya jumlah kasus positif di sejumlah daerah.

Temuan survei INDOMETER tersebut, menunjukkan masyarakat lebih memilih mendukung penerapan ‘New Normal’, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard mengatakan, hanya sebagian kecil yang memilih tetap mempertahankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun penerapan lockdown.

Jelasnya, sebanyak 83,1 persen responden mendukung penerapan new normal, hanya 11,2 persen yang setuju diberlakukan PSBB atau lockdown. Sisanya sebanyak 5,7 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Masih menurut Leo, respon publik terkait new normal, mayoritas menyatakan selamat datang hidup normal, dengan masker dan protokol kebiasaan baru.

“Selamat tinggal PSBB dan lockdown,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer ini, kepada MetroMediaNews.co, Selasa (28/7/2020).

Sambung Leonard, masyarakat siap untuk menghadapi kebiasaan baru dengan mengingat dampak yang ditimbulkan selama penerapan PSBB. Karena itu pemerintah tidak perlu ragu untuk mendorong adaptasi kebiasaan baru dan memulihkan perekonomian. Seperti diketahui, dunia berada di bawah bayang-bayang resesi, yang ditandai dengan pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

“Penerapan new normal dan protokol kebiasaan baru, bisa mencegah Indonesia jatuh ke jurang resesi serupa,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *