Saya berharap acara ini bisa memberikan manfaat dan dampak bagi petani,” katanya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ketua Pelaksana, Ahmad Syifa Sidik memaparkan peserta utama yang hadir petani dari 9 Kecamatan di Subang, ada juga dari Kabupaten Indramayu dan Purwakarta yang memiliki permasalahan sama.
“Harapannya, acara ini bisa membangun kesadaran bersama antara petani, Dinas, Pemerintah, Praktisi, dan Akademisi bersama-sama bergerak mengatasi masalah wereng dan virus kerdil hampa,” ucapnya.
Yana yang juga Ketua Himpunan Alumni IPB Jawa Barat menyebutkan kegiatan ini bagian dari bakti Alumni IPB kepada dunia pertanian. Alumni IPB tetap berkiprah di masyarakat, dan tetap menjadi terdepan untuk kemajuan pertanian di Indonesia.
“Sudah seharusnya pertanian menjadi pilar kesejahteraan masyarakat, sehingga petani harus didukung oleh semua pihak agar bisa mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan mereka. Alumni IPB yang berlatar belakang berbagai keilmuan hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat petani,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Subang mendeklarasikan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) di Desa Karangsari Kecamatan Binong, Rabu (5/7) lalu. Gerakan ditandai dengan penyemprotan obat secara serentak di tiga titik bersama petani setempat dibantu anggota TNI dari Danramil Binong.
Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi Dinas Pertanian Subang Nana Supriatna menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari petani di beberapa Kecamatan mengeluhkan musim tanam lalu hingga tanam kali ini padinya diserang hama hingga menyebabkan menurunnya produksi bahkan gagal panen.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











