SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Warga Pantura Subang Pertanyakan Rasmen/Raskin Buruk Rupa

537
×

Warga Pantura Subang Pertanyakan Rasmen/Raskin Buruk Rupa

Sebarkan artikel ini

Begitu juga, diutarakan Asep Maulana (anggota Satgas Raskin Desa Rancasari). Dia mengaku sebelumnya menerima beras sampel dari Dolog Rancaudik dengan kualitas bagus, tapi saat menerima kiriman dari Dolog berasnya bau, berwarna kuning, kotor dan banyak ditemukan kutu/bangkai kutu.
Pihaknya sudah melaporkan kondisi beras Sejahtera (Rastra) tersebut kepada pihak Dolog Rancaudik, namun hingga kini belum ada penggantiannya.
“ Sudah kami laporkan ke Dolog Rancaudik, katanya nanti diusahakan ada penggantian. Namun jika ada yang mau ngambil silahkan saja, yang pasti kualitasnya tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Pantauan MMN di lapangan diketemukan, lantaran kualitas berasnya buruk beras kiriman Dolog Rancaudik dan Babakan Sapi Binong tersebut, terlihat banyak warga miskin yang kecewa, sehingga tidak jadi mengambil jatas Rastra, karena melihat kondisi beras tersebut tidak layak konsumsi bagi manusia.
Jikapun ada yang mengambil, itu karena mereka terpaksa membelinya karena harganya murah. Karena untuk membeli kualitas bagus harganya mahal, mereka mengaku tidak punya uang. saat ini per Kg mencapai Rp. 9000,- – Rp. 10.000,- . Di Desa-desa wilayah Kec. Pamanukan) penjualan untuk 1 karung berisi 15 Kg, dijual kisaran harga Rp. 37.500,-, Desa-desa wilayah Kec.Binong dijual antara Rp. 2000 s/d Rp. 2.500,-/liter, sementara di Desa-desa wilayah Kec.Sukasari menjual per liter Rp. 2000,-

Sementara menurut sumber yang mengetahui seluk beluk proses pengadaan Rastra , mengendus bila buruknya kualitas raskin itu diduga kuat adanya permainan pat gulipat antara oknum mitra (pengusaha beras) dengan Dolog saat berproses pengiriman stock beras di gudang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *