SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Warga Simpang Jernih Dilaporkan Tenggelam dan Hanyut Terbawa Arus Sungai

47
×

Warga Simpang Jernih Dilaporkan Tenggelam dan Hanyut Terbawa Arus Sungai

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Aceh Timur – Seorang pria warga Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Ahmad, 39 tahun dilaporkan tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai Simpang Jernih pada, Kamis, (10/10/2024).

Kejadian bermula pada hari Rabu, (09/10/2024) saat korban (Ahmad) bersama satu kawannya bernama Sabri, 23 tahun pulang dari ladang di Desa Melidi dengan menggunakan boat kecil.

Pada saat akan menepi, boat yang ditumpanginya mengalami mati mesin sehingga boat hanyut sampai ke Batu Katak dan terbalik yang mengakibatakan keduannya terhempas ke air. Kejadian tersebut dilihat oleh Husen, 40 tahun yang sedang mencari ikan dan berusaha menyelamatakan keduanya namun yang berhasil diselamatakan hanya Sabri sedangkan Ahmad terbawa arus air. Sementara itu boat yang ditumpangi oleh korban dan Sabri ditemukan di ditemukan di aliran Sungai Simpang Jernih di Desa Balai Karang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang akan tetapi korban belum ditemukan sampai saat ini.

Kapolsek Simpang Jernih, Polres Aceh Timur, Polda Aceh Ipda Maswelliadi, S.H. menyebutkan usai memperoleh informasi warga hanyut ia bersama sejumlah anggotanya menuju lokasi kejadian.

“Atas kejadian tersebut, kami berkordinasi dengan BPBPD Kabupaten Aceh Timur serta melakukan upaya pencaraian bersama masyarakat di bantaran Sungai Simpang Jernih.” Terang Maswelliadi.(Fahrid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *