PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOMEOpini Pembaca

Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa

242
×

Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa

Sebarkan artikel ini
GAMBAR ILUSTRASI: Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa (Red./AIGpt)
📝 Keterangan Redaksi

Artikel ini merupakan kiriman dari kontributor atau pembaca. Isi tulisan, data, opini, serta keakuratan informasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan berada di luar tanggung jawab Redaksi Metro Media News.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Ingin Menjadi Kontributor / Kirim Artikel?

Oleh: Syarifudin Brutu | Banda Aceh

BANDA ACEH, 11 Agustus 2026 – Betapa indahnya hidup di sebuah negeri di mana makan siang di sekolah bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan bagian dari proses membentuk karakter bangsa.

Bayangkan suasana itu sejenak.

Anak-anak sekolah dasar melangkah tenang mengenakan celemek putih, masker bersih, dan penutup kepala yang rapi. Tepat ketika jarum jam menunjukkan waktu makan siang, mereka tidak berlarian, tidak saling berebut antrean, tidak pula mengeluh karena menu yang disajikan. Beberapa siswa bertugas membagikan makanan kepada teman-temannya dengan wajah penuh tanggung jawab, seolah-olah mereka sedang melayani tamu di sebuah restoran. Di atas nampan tersaji nasi hangat, ikan segar, sup kaya sayuran, buah, dan susu. Semuanya tersusun sederhana, tetapi bergizi.

Di meja makan, anak seorang pejabat duduk berdampingan dengan anak buruh harian. Tidak ada menu VIP. Tidak ada perlakuan khusus. Semua memperoleh porsi yang sama karena yang sedang dirawat bukan sekadar tubuh mereka, melainkan rasa kesetaraan sebagai warga negara. Setelah makan selesai, tidak ada petugas kebersihan yang bergegas membereskan sisa-sisa makanan. Anak-anak melakukannya sendiri. Mereka memilah sampah organik dan anorganik, membersihkan meja, lalu mengembalikan perlengkapan makan ke tempat semula. Sebagian sisa makanan diolah menjadi kompos, sementara bahan pangan berasal dari petani lokal yang memasok kebutuhan sekolah secara berkelanjutan. Ekonomi berputar di desa, pendidikan karakter tumbuh di sekolah, dan kesehatan anak menjadi tanggung jawab bersama. Bukankah pemandangan seperti ini terasa begitu romantis?

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *