PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOMEOpini Pembaca

Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa

246
×

Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa

Sebarkan artikel ini
GAMBAR ILUSTRASI: Romantisme MBG: Ketika Makan Gratis Sukses Mendidik Bangsa (Red./AIGpt)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), jika dibayangkan dalam bentuk seperti itu, tampak sebagai kebijakan yang nyaris sempurna. Ia terdengar seperti jawaban atas persoalan stunting, kemiskinan, ketimpangan sosial, bahkan krisis pendidikan karakter. Rasanya tidak berlebihan apabila masyarakat memberikan tepuk tangan panjang dan menganggapnya sebagai bukti bahwa negara benar-benar hadir melindungi masa depan generasi mudanya. Sayangnya, tepuk tangan itu perlu ditahan terlebih dahulu. Sebab seluruh gambaran indah yang baru saja Anda bayangkan bukanlah potret Indonesia.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Itu adalah Kyūshoku—program makan siang sekolah di Jepang. Sementara kita masih sibuk merayakan slogan, mereka telah puluhan tahun membangun sistem. Kini mari membuka mata sedikit lebih lebar. Kyūshoku tidak lahir dari pidato politik menjelang pemilu, bukan pula proyek yang diburu target dalam hitungan bulan. Sistem itu bertumpu pada fondasi hukum yang kokoh sejak 1954 melalui konsep Shokuiku atau pendidikan pangan. Di Jepang, makan siang merupakan bagian dari kurikulum. Anak-anak belajar menghitung saat membagi porsi, belajar biologi ketika memahami asal-usul makanan, belajar etika melalui kebiasaan melayani teman, dan belajar menghargai petani yang menanam pangan mereka.

Makan bukan sekadar aktivitas biologis. Ia adalah ruang pendidikan. Bandingkan dengan wajah MBG di Indonesia yang hingga kini masih berkutat menyelesaikan persoalan-persoalan paling mendasar.

Alih-alih menghadirkan rasa aman, sejumlah pelaksanaan MBG justru meninggalkan kepanikan. Di SMK Negeri 6 Semarang, ratusan siswa dan guru mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu yang disediakan. Di Distrik Depapre, Jayapura, puluhan hingga ratusan pelajar harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami muntah dan gangguan pencernaan usai menerima makanan program tersebut. Ironisnya, kasus seperti ini bukan lagi dapat disebut insiden tunggal.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *