HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Agar Murid Pintar, Guru-Guru Ini Mengajar Pakai Bahasa Daerah

181
×

Agar Murid Pintar, Guru-Guru Ini Mengajar Pakai Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini

Metode baru mengajar bergantian memakai dua bahasa ini merupakan salah satu strategi yang dikenalkan INOVASI agar siswa menangkap pelajaran lebih baik, mendukung Dinas Pendidikan Sumba Timur untuk meningkatkan kualitas siswa di daerah tersebut.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Hal ini agar siswa lebih cepat menangkap konsep-konsep dasar yang termuat dalam pelajaran, berinteraksi dengan guru dan teman-temannya juga lebih intens karena tidak ada hambatan kebahasaan, dan mampu mengerjakan lembar kerja dengan lebih baik,” ucap Johnny Tjia, PhD, ahli  linguistik yang menjadi narasumber kegiatan INOVASI untuk kegiatan transisi bahasa pembelajaran di Sumba Timur baru-baru ini.

Menurutnya efektifitas penggunaan metode tersebut telah terbukti di banyak negara. Pengulangan pembelajaran dengan dua bahasa yang berbeda yang dilakukan akan memperkuat anak semakin mengerti.

“Anak-anak memang fitrahnya belajar lewat pengulangan-pengulangan atau repetisi. Pengulangan akan memperkuat apa yang telah dipelajari sebelumnya, dan akan membuat siswa juga menguasai bahasa keduanya secara lebih sempurna,” ujarnya kembali.

Menurut Yermias Umbu Hiwa Wunu, yang telah melakukan praktik mengajar bergantian dengan ibu Ina di SD Kadahang  cara ini dia saksikan lebih cepat membuat anak mengerti pelajaran lebih cepat.

“Karena menggunakan bahasa daerah, mereka menjadi mudah lebih paham ketika kami ajar mengenai persegi panjang. Nalar mereka juga cepat menangkap.  Saat sesi kedua dengan materi yang sama tapi menggunakan bahasa Indonesia, pengetahuan mereka juga semakin dikuatkan,” ujarnya.

Menurut Johnny, hal yang tak kalah penting  diperhatikan agar siswa cepat menangkap pembelajaran dan menguasai bahasa baru adalah siswa benar-benar terlibat dalam pembelajaran.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *