Bangsa yang besar, tutur Kang Ace, hanya bisa dibangun oleh orang-orang besar juga. Yaitu orang-orang berilmu, pintar, cerdas, dan sehat.
Program PKH ini hanya diperuntukkan bagi 10 juta dari 273 juta rakyat Indonesia, yang penghasilannya di bawah standard. Karena itu, KPM PKH harus memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.
“Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga dianggarkan oleh Komisi VIII DPR sebesar Rp45 triliun bagi 18,9 juta penduduk. Itu pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten,” tutur wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 2 Kabupaten Bandung dan Bandung Barat (KBB) itu.
4 Komponen PKH
Dalam kesempat itu, Kang Ace kembali menjelaskan tentang empat komponen PKH. Pertama komponen kesehatan, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kedua, anak sekolah. Ketiga, kesejahteraan lansia, dan keempat diabilitas.
Kang Ace mengatakan, alasan komponen pertama untuk kesehatan ibu hamil, menyusui, dan balita, karena masa itu yang paling menentukan bagi kehidupan rakyat Indonesia. “Kita (Indonesia) ingin lepas dari stunting atau gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi,” kata Kang Ace.
“Angka stunting di Kabupaten Bandung masih cukup besar, 20 persen dari populasi anak-anak. Ibu hamil dan menyusui, itu menentukan masa depan anak,” ujar dia.
Menurut Kang Ace, jika ibu hamil mengonsumsi makanan sembaran, tidak bergizi, otomatis akan mempengaruhi pertumbuhan bayi di dalam rahim dan tumbuh kembangnya.
Karena itu, tutur Kang Ace, ibu-ibu penerima PKH, saya minta dibelikan makanan bergizi. Agar melahirkan generasi Indonesia yang berkualitas.















