SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

BIN Bersama Pemkot Jakbar Gelar Rapid Test untuk Ribuan ASN, PJLP dan Karyawan

99
×

BIN Bersama Pemkot Jakbar Gelar Rapid Test untuk Ribuan ASN, PJLP dan Karyawan

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), PJLP, dan karyawan di lingkungan Pemkot Jakarta Barat mengikuti kegiatan rapid tes yang dilaksanakan di halaman parkir timur kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu(8/7) pagi. Rapid tes tersebut akan berlangsung dua hari dengan menargetkan sebanyak 2308 orang.

Walikota Jakarta Barat, H. Rustam Effendi mengatakan, rapid tes digelar untuk seluruh ASN, PJLP dan karyawan di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Barat.

“Kegiatan rapid tes yang digelar Badan Intelejen Negara (BIN) ini menargetkan sebanyak 2308 uji sampel. Ini sangat bermanfaat, terutama buat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta Barat,” katanya.

Terkait kasus Covid-19, Walikota Jakarta Barat menggaris bawahi tentang banyaknya jumlah kasus Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kelihatannya, sih sehat-sehat saja, tapi membawa virus. Beberapa waktu lalu, Sudis Kesehatan Jakbar melakukan skrining kesehatan (rapid tes) terhadap PPSU di kelurahan. Ternyata, saat diperiksa rapid tes, reaktif, kemudian tes swab hasilnya positif. Belum lama ini dua pedagang kantin walikota juga positif dari hasil tes swab,” ujarnya.

Ia memaparkan, rapid tes ini menjadi bagian dari tiga hal dalam penanganan Covid-19, yakni testing, stretching dan treatment.

“Bilamana kita lakukan hal itu dengan cepat, maka kita akan mengambil langkah-langkah penanganan lebih lanjut. Apakah itu isolasi mandiri atau dirujuk ke rumah sakit. Kita juga melakukan stretching terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien. Kita ikuti dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Mega

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *